

Transactions per second (TPS) adalah metrik utama dalam ekosistem cryptocurrency yang menilai kinerja dan efisiensi jaringan blockchain. Artikel ini mengulas konsep TPS, pentingnya, dan pengaruhnya terhadap berbagai aspek transaksi cryptocurrency, dengan penekanan pada TPS Ethereum.
Transactions per second (TPS) menunjukkan jumlah transaksi yang dapat diproses oleh sebuah jaringan blockchain dalam waktu satu detik. TPS menjadi indikator utama kecepatan dan efisiensi suatu jaringan. Umumnya, blockchain memiliki TPS rata-rata dan TPS maksimum, di mana TPS maksimum berlaku saat terjadi lonjakan aktivitas jaringan.
Contohnya, Bitcoin, sebagai cryptocurrency terbesar, memiliki TPS yang relatif rendah sekitar 5–7 transaksi per detik. Hal ini sangat kontras dengan sistem pembayaran tradisional seperti VISA yang dikabarkan mampu menangani lebih dari 65.000 TPS.
Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, telah mengalami peningkatan signifikan dalam TPS. Setelah beralih ke Proof of Stake, kapasitas TPS Ethereum meningkat tajam. Menjelang akhir tahun 2025, Ethereum mampu menangani antara 20.000 hingga 100.000 TPS, jauh lebih tinggi dibandingkan masa-masa awal.
Peningkatan TPS Ethereum secara langsung berdampak terhadap kecepatan dan efisiensi jaringan, sehingga semakin relevan untuk berbagai aplikasi, khususnya di sektor decentralized finance (DeFi).
TPS tinggi sangat penting karena beberapa alasan berikut:
Pengalaman Pengguna: Transaksi yang lebih cepat menghasilkan pengalaman pengguna yang lebih baik, terutama di era tuntutan instan.
Kemacetan Jaringan: TPS yang tinggi membantu mencegah kemacetan saat aktivitas jaringan meningkat, sehingga operasional tetap lancar bahkan dalam tekanan tinggi.
Skalabilitas: Dengan pertumbuhan adopsi cryptocurrency, jaringan perlu mengakomodasi volume transaksi yang meningkat. TPS tinggi menjadi kunci skalabilitas.
Efisiensi Biaya: Proses transaksi yang lebih cepat membantu menjaga biaya tetap rendah, sehingga jaringan lebih mudah diakses dan ekonomis bagi pengguna.
Beberapa jaringan blockchain telah menunjukkan peningkatan TPS yang signifikan:
Blockchain Layer-1 berperforma tinggi: Secara teori mampu lebih dari 700.000 TPS, dengan uji coba aktual mencapai 65.000 TPS.
Blockchain Layer-1 terbaru: Mengklaim dapat mencapai hingga 125.000 TPS.
Platform smart contract populer: Mencatat kecepatan TPS riil sebesar 378 dalam beberapa tahun terakhir.
Ethereum: Setelah peningkatan, Ethereum kini mampu menangani hingga 100.000 TPS.
Jaringan pembayaran digital ternama: Diklaim mampu memproses hingga 50.000 TPS.
Jaringan dengan performa tinggi ini menunjukkan upaya berkesinambungan industri cryptocurrency dalam meningkatkan kecepatan dan skalabilitas.
Seiring perkembangan industri cryptocurrency, peningkatan TPS terus menjadi fokus utama berbagai proyek blockchain. Peningkatan TPS yang pesat di sejumlah jaringan—terutama Ethereum—memberi sinyal positif untuk masa depan cryptocurrency. Kemajuan ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain siap memenuhi kebutuhan pengguna yang terus bertambah.
Ke depannya, inovasi lebih lanjut di bidang ini akan membentuk lanskap transaksi digital dan decentralized finance. Dengan pengoptimalan berkelanjutan, jaringan blockchain akan semakin efisien dan skalabel dalam beberapa tahun ke depan.
TPS (Transactions Per Second) Ethereum pada layer dasar sekitar 15–30. Dengan solusi Layer 2 dan sharding, TPS dapat mencapai ribuan.
Pada 2025, Solana (SOL) menjadi yang terdepan dengan TPS tertinggi, mampu memproses hingga 65.000 transaksi per detik.
Solana (SOL) secara teori dapat memproses hingga 65.000 transaksi per detik, sementara Ethereum 2.0 menargetkan 100.000 TPS melalui sharding.











