LCP_hide_placeholder
fomox
Cari Token/Dompet
/

Blast Mainnet: Dari Puncak TVL menuju Perombakan Besar — Ringkasan Terkini 2025

Blast Mainnet, yang sebelumnya menarik perhatian berkat TVL yang tinggi dan airdrop, kini menghadapi penurunan tajam pada TVL serta gangguan pada infrastruktur inti. Artikel ini mengulas kondisi terbaru Blast dan peluang di masa mendatang.

Blast Mainnet: Latar Belakang dan Posisi Pasar


Sumber: https://blast.io/en

Blast Mainnet merupakan jaringan Ethereum Layer-2. Nilai utama yang diusung bukan performa ekstrem atau arsitektur modular, melainkan posisinya sebagai “native yield-generating L2.” Secara sederhana, ETH dan stablecoin yang disimpan di Blast secara otomatis menghasilkan yield—sebuah desain yang sangat berbeda dan inovatif saat peluncuran.

Pada awal 2024, sektor Layer-2 sangat kompetitif, dengan Arbitrum, Optimism, dan Base menguasai pasar utama. Blast hadir dengan menggabungkan insentif yield dan airdrop, memanfaatkan sistem poin dan Gold untuk mendorong pengguna melakukan bridging dana dan berinteraksi sejak dini. Hasilnya, Blast mampu mengumpulkan TVL yang signifikan dan basis pengguna yang kuat bahkan sebelum mainnet resmi diluncurkan.

Pendekatan ini terbukti sangat efektif dalam jangka pendek:

  • Modal masuk dengan kecepatan rekor
  • TVL melonjak hingga miliaran dolar dalam waktu singkat
  • Platform sosial ramai dengan diskusi
  • “Airdrop hunter” dan komunitas farming berpartisipasi secara masif

Sebelum peluncuran, Blast Mainnet sudah menunjukkan seluruh ciri proyek flagship.

Dari Lonjakan TVL ke Arus Keluar Modal: Apa yang Diungkap Data

Titik balik sesungguhnya terjadi setelah mainnet diluncurkan. Ketika aset lintas-chain terbuka, reward melambat, dan peserta awal mulai merealisasikan profit, TVL Blast memasuki tren penurunan yang berkelanjutan.

Pada 2025, tren ini bukan lagi sekadar “penyesuaian”—melainkan telah menjadi arus keluar modal yang sistemik:

  • Modal arbitrase keluar secara masif
  • Aktivitas pengguna menurun tajam
  • Arus masuk baru tertinggal jauh dibanding arus keluar

TVL Blast kini telah turun lebih dari 97% dari puncaknya. Hal ini menandakan bahwa mayoritas modal di jaringan bersifat “yield-driven” dan bukan “application-driven.”

Saat keunggulan yield menghilang, modal keluar dengan sangat cepat. Pola siklus seperti ini lazim terjadi pada semua chain publik berbasis insentif.

Kinerja Harga BLAST dan Dampak Token Unlock

Sumber: https://www.gate.com/trade/BLAST_USDT

Di level token, BLAST menghadapi tekanan yang semakin besar. Beberapa fase unlock token meningkatkan suplai beredar, sementara permintaan riil terus melemah—menciptakan skenario klasik suplai meningkat dan permintaan menurun.

Rebound harga BLAST dalam jangka pendek sebagian besar didorong oleh:

  • Technical bounce
  • Sentimen spekulatif
  • Pemulihan oversold

Dalam jangka menengah dan panjang, kecuali ekosistem mampu memulihkan pertumbuhan pengguna dan nilai aplikasi secara bersamaan, pembalikan tren yang nyata bagi BLAST masih sulit terjadi.

Tantangan Ekosistem: Tekanan Tiga Lapis dari Pengguna, DApp, dan Infrastruktur

Tantangan Blast Mainnet saat ini bukanlah peristiwa terpisah, melainkan hasil dari tiga tekanan struktural yang saling bertumpuk:

Pertama, struktur pengguna: Sebagian besar pengguna awal terdorong oleh airdrop dan menunjukkan retensi yang lemah. Ketika reward berkurang, jumlah pengguna aktif menurun drastis.

Kedua, kualitas DApp: Sebagian besar proyek awal berfokus pada “interaction mining” dan “points yield,” dengan sedikit aplikasi DeFi, GameFi, atau SocialFi yang menawarkan nilai berkelanjutan bagi pengguna. Setelah siklus farming selesai, DApp tersebut kesulitan bertahan.

Ketiga, stabilitas infrastruktur: Pada 2025, perubahan pada infrastruktur inti—seperti RPC, bridge, dan wallet—berdampak signifikan terhadap developer dan pengguna akhir, sehingga kepercayaan ekosistem semakin tergerus.

Apakah Blast Mainnet Memiliki Kesempatan Kedua?

Secara objektif, Blast masih memiliki peluang—jika mampu melakukan tiga perubahan fundamental berikut:

  • Transisi dari “ekosistem berbasis airdrop” ke “ekosistem aplikasi nyata”
  • Pergeseran dari “modal berbasis yield” ke “keterlibatan pengguna berbasis produk”
  • Perubahan dari “logika modal jangka pendek” ke “logika developer jangka panjang”

Jika Blast mampu membina satu atau dua DApp flagship yang benar-benar bernilai dan berjangka panjang, ekosistem berpotensi pulih secara nyata. Jika tidak, Blast kemungkinan besar akan menjadi studi kasus klasik dalam persaingan L2.

Penulis: Max
* Informasi ini tidak bermaksud untuk menjadi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau rekomendasi lain apa pun yang ditawarkan atau didukung oleh Gate Web3.
* Artikel ini tidak boleh di reproduksi, di kirim, atau disalin tanpa referensi Gate Web3. Pelanggaran adalah pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta dan dapat dikenakan tindakan hukum.

Artikel Terkait

Koin Berikutnya yang Berpotensi Naik 100x? Analisis Crypto Gem Kapitalisasi Rendah
Pemula

Koin Berikutnya yang Berpotensi Naik 100x? Analisis Crypto Gem Kapitalisasi Rendah

Artikel ini menganalisis aset kripto dengan kapitalisasi pasar kecil yang patut diperhatikan pada tahun 2025, dengan menyoroti aspek teknologi, keterlibatan komunitas, dan potensi pasar. Selain itu, laporan ini memberikan panduan seleksi aset kripto serta menyoroti faktor risiko utama bagi investor pemula.
Bagaimana Decentralized Identity (DID) Mendorong Transformasi Baru di Dunia Crypto | Konvergensi Blockchain dan Self-Sovereign Identity
Pemula

Bagaimana Decentralized Identity (DID) Mendorong Transformasi Baru di Dunia Crypto | Konvergensi Blockchain dan Self-Sovereign Identity

DID (Decentralized Identifier) kini menjadi elemen utama Web3 di industri kripto. Teknologi ini mendorong inovasi besar dalam perlindungan privasi pengguna, pengelolaan identitas secara mandiri, dan interaksi langsung di blockchain. Artikel ini mengulas secara komprehensif aplikasi DID, manfaat utamanya, dan tantangan praktis yang dihadapi.
Apa Itu IDO? Memahami Nilai Utama Penggalangan Dana Terdesentralisasi
Pemula

Apa Itu IDO? Memahami Nilai Utama Penggalangan Dana Terdesentralisasi

IDO (Initial DEX Offering) kini menjadi solusi penggalangan dana terobosan di era Web3, yang merevolusi cara proyek kripto mendapatkan modal dengan menawarkan keterbukaan, otonomi, dan desentralisasi yang lebih tinggi. Model ini menekan biaya penerbitan dan menjamin partisipasi yang adil bagi pengguna secara global.
Apa itu Metaverse? Panduan Lengkap untuk Pemula
Pemula

Apa itu Metaverse? Panduan Lengkap untuk Pemula

Apa yang dimaksud dengan Metaverse sebagai dunia digital? Artikel ini menyajikan penjelasan yang ringkas dan mudah dipahami mengenai Metaverse, meliputi definisi, teknologi utama (VR, AR, Blockchain, dan AI), skenario aplikasi unggulan, serta tantangan nyata yang dihadapi. Selain itu, artikel ini juga memuat tren industri terkini untuk tahun 2025 agar Anda dapat memahami perkembangan terbaru secara cepat.
Panduan Cepat MathWallet
Pemula

Panduan Cepat MathWallet

MathWallet, dompet multi-rantai, kini mendukung jaringan utama Plasma dan telah menyelesaikan pembakaran token pada kuartal ketiga. Artikel ini merupakan panduan cepat bagi pemula. Panduan ini menjelaskan langkah-langkah pendaftaran, backup dompet, serta penggantian jaringan. Panduan ini memudahkan pengguna memahami fitur utama dompet.
Kebangkitan RTX Payment Token: Menelusuri Potensi Remittix (RTX) di tahun 2025
Pemula

Kebangkitan RTX Payment Token: Menelusuri Potensi Remittix (RTX) di tahun 2025

Remittix (RTX) semakin menarik perhatian berkat solusi pembayaran lintas negara dan fitur inovatif berupa jembatan kripto-ke-fiat. Artikel ini membahas data terbaru pra-penjualan, dinamika pasar, dan potensi investasi. Selain itu, artikel ini memberikan perspektif mengenai alasan RTX dianggap sebagai peluang menjanjikan di pasar cryptocurrency pada tahun 2025.