


Di dunia bursa keuangan, ekosistem berkembang melalui interaksi dinamis antara dua tipe trader yang berbeda: market maker dan market taker. Market maker adalah pihak yang menyediakan likuiditas dengan memasang order yang tidak langsung dieksekusi. Order tersebut biasanya berbeda dari harga pasar saat ini dan tetap berada di order book, menunggu untuk dicocokkan dengan order yang masuk di kemudian hari. Dengan menjaga order yang belum tereksekusi ini, market maker meningkatkan kedalaman pasar dan memperkuat likuiditas, sehingga memudahkan trader lain dalam mengeksekusi transaksi mereka.
Di sisi lain, market taker adalah trader yang memasang order yang langsung dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia di order book. Mereka mengonsumsi likuiditas yang sudah ada dengan mencocokkan order yang tersedia di pasar. Sementara market maker menambah kedalaman pasar, taker menguranginya melalui eksekusi transaksi secara langsung. Perbedaan mendasar antara maker dan taker ini menjadi inti dari operasi pasar yang efisien dan mekanisme penemuan harga. Memahami dinamika makers vs takers sangat penting untuk menavigasi lingkungan trading modern.
Untuk memahami hubungan antara market maker dan taker, bayangkan situasi di pasar petani. Di pasar ini, pedagang bertindak sebagai market maker dengan membuka stan yang dipenuhi berbagai produk. Setiap pedagang menentukan harga masing-masing—misalnya, menjual apel seharga $2 dan menawarkan beli apel dari pelanggan seharga $1. Dengan mekanisme harga tersebut, para pedagang menciptakan likuiditas dan bersaing menawarkan harga terbaik.
Pelanggan di pasar petani berperan sebagai market taker. Mereka datang dengan kebutuhan spesifik untuk membeli atau menjual, tanpa menetapkan harga; mereka hanya ingin bertransaksi pada harga terbaik yang ditawarkan pedagang. Misalnya, pelanggan yang ingin menjual sekantong apel akan mengumumkan niat tersebut, lalu pedagang menawar pembelian. Pelanggan menjual kepada pedagang dengan tawaran harga tertinggi, sehingga likuiditas di pasar berkurang.
Demikian juga, ketika pelanggan ingin membeli apel, mereka mendatangi pedagang dengan harga terendah dan langsung bertransaksi. Jika stok pedagang tidak cukup, pelanggan membeli dari pedagang berikutnya dengan harga terbaik berikutnya, sehingga harga pasar naik dan persediaan menipis. Dinamika ini menunjukkan bagaimana maker (pedagang) dan taker (pelanggan) berperan dalam likuiditas pasar melalui aktivitas jual beli mereka.
Pentingnya memiliki banyak market maker terlihat dari efisiensi pasar. Pasar dengan satu atau dua pedagang akan mengalami keterbatasan pasokan dan minim persaingan harga, sehingga kondisi pasar buruk. Demikian pula, di bursa keuangan, likuiditas memadai dari banyak market maker sangat penting agar order taker dapat segera dicocokkan dan dinamika pasar tetap sehat. Keseimbangan makers vs takers memastikan pasar berfungsi optimal.
Di bursa cryptocurrency dan platform trading terdesentralisasi modern, konsep pasar petani diterjemahkan ke dalam sistem order book dan mesin pencocokan yang canggih. Sistem otomatis ini secara efisien mencocokkan order market maker yang belum tereksekusi dengan permintaan eksekusi langsung dari market taker, serta terus memperbarui harga sesuai transaksi terbaru.
Order maker mengisi order book dan dapat dilihat oleh seluruh peserta pasar. Ketika taker melakukan transaksi terhadap order yang belum tereksekusi, mereka mengonsumsi likuiditas dan berpotensi menggerakkan harga pasar. Bursa biasanya memberi insentif kepada market maker agar selalu menyediakan likuiditas, karena hal ini meningkatkan pengalaman pengguna dan menghasilkan harga yang lebih kompetitif.
Salah satu indikator utama kesehatan pasar adalah spread bid-ask—selisih antara harga tertinggi pembeli (bid) dan harga terendah penjual (ask). Likuiditas tinggi dari market maker menghasilkan spread bid-ask yang lebih sempit, menandakan penemuan harga yang efisien serta memberikan titik masuk dan keluar yang lebih baik bagi trader. Efisiensi ini menguntungkan semua peserta dan memperkuat kesehatan serta daya saing bursa. Hubungan makers vs takers sangat memengaruhi spread dan kondisi trading secara keseluruhan.
Bursa menerapkan struktur biaya berbeda antara order maker dan taker untuk mendorong penyediaan likuiditas. Order taker, yang langsung dieksekusi dan mengurangi likuiditas, biasanya dikenakan biaya transaksi lebih tinggi. Order market maker, yang menambah likuiditas dengan tetap berada di order book, dikenakan biaya lebih rendah atau bahkan mendapat rebate jika ordernya dicocokkan.
Tarif biaya umumnya bervariasi tergantung volume trading bulanan dan kelayakan untuk program diskon tertentu. Banyak platform trading menawarkan diskon biaya trading bagi peserta komunitas aktif, termasuk pemegang governance token dan pemilik NFT. Governance token memungkinkan anggota komunitas, trader, dan institusi turut serta dalam tata kelola protokol sambil mendapatkan manfaat biaya sesuai kepemilikan token. Kepemilikan NFT secara otomatis dapat memenuhi syarat untuk tingkat diskon yang lebih tinggi, sehingga mendorong partisipasi aktif dalam ekosistem.
Struktur biaya bertingkat ini bertujuan memberikan penghargaan bagi penyedia likuiditas, mendorong keterlibatan jangka panjang di platform, dan menjaga biaya trading yang kompetitif bagi trader bervolume tinggi. Dengan mengatur biaya maker dan taker secara optimal, bursa dapat meningkatkan likuiditas serta efisiensi pasar dan menjaga keseimbangan makers vs takers yang sehat.
Model maker-taker merupakan kerangka dasar untuk memahami cara kerja bursa keuangan modern. Dinamika makers vs takers menjadi pusat efisiensi dan likuiditas pasar. Market maker berperan penting dengan menambah kedalaman dan likuiditas melalui order yang belum tereksekusi di order book. Mereka menjadi fondasi utama bagi penemuan harga yang efisien dan kelancaran operasi pasar. Market taker, meski mengurangi likuiditas melalui transaksi instan, juga berperan penting dengan merealisasikan transaksi dan menggerakkan harga.
Bursa yang menerapkan model maker-taker secara strategis menggunakan struktur biaya untuk menjaga keseimbangan ini. Dengan memberikan biaya lebih rendah atau rebate kepada maker, platform mendorong penyediaan likuiditas berkelanjutan. Di sisi lain, biaya lebih tinggi bagi taker mencerminkan peran mereka sebagai konsumen likuiditas. Hubungan simbiotik antara maker dan taker, dengan desain bursa dan insentif yang tepat, menciptakan pasar yang likuid dan dinamis sehingga menguntungkan semua peserta. Memahami dinamika makers vs takers sangat penting bagi siapa saja di pasar cryptocurrency maupun keuangan tradisional, karena berdampak langsung pada biaya trading, kualitas eksekusi, dan efisiensi pasar.
Maker memasang order di order book dan menyediakan likuiditas. Taker mengeksekusi order yang sudah tersedia dan mengurangi likuiditas. Maker biasanya membayar biaya lebih rendah daripada taker.
Maker menyediakan likuiditas dengan memasang limit order, sedangkan taker mengurangi likuiditas dengan mengeksekusi market order. Maker sering mendapat diskon biaya karena menjaga kedalaman pasar.
Biaya maker: 0,1%, biaya taker: 0,2%. Jika Anda memasang limit order yang menambah likuiditas, Anda membayar 0,1%. Jika Anda memasang market order yang mengurangi likuiditas, Anda membayar 0,2%.











