


Smart Chain dan Chain bekerja secara sinergis untuk memastikan satu token dapat diedarkan dalam kedua format dengan total suplai yang sudah terverifikasi serta dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Proses penggabungan token ini dapat dilakukan kapan saja setelah BEP2 dan BEP20 siap. Pemilik token BEP2 maupun BEP20 hanya perlu menjalankan proses Binding ketika fitur lintas rantai dibutuhkan.
Untuk mulai menggabungkan BEP2 dan BEP20, Anda perlu mengompilasi token-bind-tool. Pertama, unduh source code dari repository resmi. Setelah diunduh, masuk ke direktori proyek dan jalankan perintah build menggunakan make. Langkah ini akan menghasilkan file biner yang dapat dieksekusi untuk kebutuhan penggabungan token selanjutnya. Proses kompilasi sederhana dan umumnya selesai hanya dalam beberapa menit, tergantung spesifikasi perangkat Anda.
Sebelum melanjutkan ke proses binding, Anda harus melewati beberapa tahap persiapan. Pertama, buat akun sementara yang digunakan untuk deployment kontrak di Smart Chain. Jalankan perintah inisialisasi dengan menetapkan jenis jaringan (testnet atau mainnet). Akun sementara ini akan dibuat lengkap dengan URL explorer untuk keperluan verifikasi.
Selanjutnya, transfer 1 BNB ke akun sementara untuk membayar biaya transaksi. Anda bisa melakukan transfer lintas rantai dengan perintah bridge transfer-out pada Chain dan alamat akun sementara sebagai penerima. Atau, transfer BNB dari akun Smart Chain lain menggunakan MetaMask, yang memberikan antarmuka grafis lebih mudah. Pastikan saldo BNB cukup sebelum memulai proses binding.
Proses binding token terdiri dari tiga skenario utama sesuai kebutuhan. Pada skenario pertama, Anda telah menerbitkan BEP2 dan ingin mendistribusikan token BEP20 baru serta menggabungkannya dengan BEP2 yang ada. Mulai dengan mengimpor kunci pemilik BEP2, baik menggunakan perangkat Ledger ataupun recovery melalui mnemonic phrase. Persiapkan kode kontrak BEP20 berdasarkan template resmi BEP20, perhatikan tiga syarat utama: simbol BEP20 harus sama dengan awalan simbol BEP2 (misal, jika BEP2 adalah ABC-123, BEP20 harus ABC); total suplai harus setara dengan BEP2 dengan perhitungan perbedaan desimal (BEP2 memakai 8 desimal, BEP20 umumnya 18, sehingga dikalikan 10^10); dan jika BEP2 mintable, kontrak BEP20 wajib memiliki fungsi mint, jika tidak, hapus fitur tersebut. Kompilasi kontrak Anda menggunakan Remix untuk memperoleh alamat kontrak dan bytecode, lalu atur file script/contract.json dengan alamat kontrak tersebut. Terakhir, jalankan binding script dengan parameter yang relevan untuk deploy kontrak, binding, dan transfer kepemilikan.
Skenario kedua berlaku bila BEP2 sudah terbit, kontrak BEP20 sudah dideploy, dan transaksi binding telah dikirimkan, namun approval binding perlu dilakukan melalui perangkat Ledger. Hubungkan Ledger Anda, buka aplikasi Ethereum, dan jalankan perintah approveBindFromLedger dengan simbol BEP2, alamat kontrak BEP20, indeks akun Ledger, jumlah peggy, dan jenis jaringan sesuai kebutuhan.
Skenario ketiga lebih sederhana, untuk pengguna yang hanya ingin deploy kontrak BEP20 dan mentransfer seluruh token serta kepemilikan ke akun pemilik. Gunakan perintah deployBEP20ContractTransferTotalSupplyAndOwnership dengan alamat pemilik BEP20, path file konfigurasi bytecode kontrak, dan jenis jaringan, sehingga proses selesai dalam satu langkah.
Setelah semua proses binding selesai, biasanya masih ada sisa BNB di akun sementara yang digunakan membayar biaya transaksi. Agar dana tidak mengendap, Anda bisa mengembalikan BNB tersebut ke akun Smart Chain utama. Jalankan perintah refundRestBNB dengan menentukan jenis jaringan dan alamat akun penerima. Langkah ini memastikan pengelolaan aset tetap efisien dan tidak ada saldo tersisa pada akun sementara.
Penggabungan token BEP2 dan BEP20 adalah proses sistematis yang memungkinkan interoperabilitas token di Chain dan Smart Chain. Ikuti seluruh tahapan persiapan, pilih skenario binding sesuai kebutuhan, dan jalankan perintah dengan parameter alamat kontrak yang akurat agar dapat menciptakan fungsionalitas token lintas rantai secara optimal. Proses ini mendukung berbagai preferensi, dari pengguna Ledger hingga pengelolaan berbasis program. Setelah selesai, selalu pastikan sisa BNB pada akun sementara dikembalikan demi konsolidasi aset Anda. Mekanisme binding ini memberikan fleksibilitas sekaligus keamanan dengan menjaga konsistensi suplai di kedua jaringan blockchain.
Tidak, BNB dan BEP20 berbeda. BNB merupakan aset kripto asli BNB Smart Chain, sedangkan BEP20 adalah standar token yang berlaku untuk token di BNB Smart Chain. BNB digunakan untuk pembayaran biaya transaksi dan operasional jaringan.
BEP-20 merupakan standar token di Binance Smart Chain yang menetapkan aturan untuk transfer dan interaksi token. Standar ini mirip dengan ERC-20 di Ethereum sehingga token dapat beroperasi secara seamless dalam ekosistem BSC.











